Berita

Aksi Psikososial Para Relawan, Bahagiakan Anak-Anak Penyintas Kebakaran

BAGIINDONESIANews.JAKARTA – Tampak begitu ceria dan bahagianya sejumlah anak-anak penyintas kebakaran di kawasan pemukiman padat penduduk Simprug, ketika Arizal pendongeng dari Komunitas Kampung Dongeng menghiburnya dengan dongengnya, yang membuat anak-anak terhipnotis. Mereka terhibur dengan dongeng dan permainan-permaianan yang digelar para relawan Bagi Indonesia berkolaborasi denga Komunitas Kampug Dongeng. Seakan mereka lupa, bahwa rumah mereka sudah hangus dimakan ‘si jago merah’.

Seperti diberitakan sebelumnya musibah kebakaran besar terjadi di pemukiman padat penduduk di  jl. Simprug  Golf II, Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama – Jakarta, pada Minggu, 21 Agustus 2022, pukul 11:00 WIB. Sejumlah 250 rumah ludes dimakan  api, 491 jiwa terpaksa harus mengungsi dan 161 Kepala Keluarga (KK) terdampak.    

Merespon hal tersebut, Bagi Indonesia mengerahkan sejumlah relawannya membantu para penyintas bencana kebakaran, dengan mendistribusikan makanan dan menggelar trauma healing (psikososial) kepada anak-anak penyintas.     

Arizal mengungkapkan kebahagiaannya sudah ikut terlibat dalam psikososial kepada anak-anak penyintas ini. Menurutnya ada kebahagiaan dan kepuasan tersendiri, dirinya bersama tim bisa menghibur anak-anak penyintas yang tengah mengalami musibah.          

“Saya pribadi senang dan bahagia dengan kegiatan yang dilakukan saya bersama teman-teman Bagi Indonesia. Alhamdulillah, tadi anak-nak bahagia dan terhibur dan mampu melupakan musibah yang menimpanya,” tuturnya. 

Hal senada juga diungkapkan Bambang salah satu penyintas kebakaran, menurutnya para relawan Bagi Indonesia mampu menghibur anak-anak dari asalnya sedih, larut dalam duka, menjadi  senang kembali, tertawa dan bisa melupakan masalah yang menimpa mereka.

Namun Bambang mengeluhkan dengan terjadinya musibah ini, keluarga terdampak sangat menderita. Selain tak ada lagi tempat tinggal, juga yang paling penting kesulitan mendapatkan air bersih baik itu untuk MCK maupun untuk dikonsumsi.

“Kami berharap pihak terkait membantu pembangunan rumah kami yang ludes terbakar, mungkin yang paling harus segera adalah pembangunan kembali kamar mandi umum yang terbakar, ini sangat berguna sekali untuk warga kampung kami, ada sekitar 20 KK atau sekitar 80 orang yang menggunakan kamar mandi umum tersebut, terutama untuk anak-anak yang masih pada sekolah,”pungkasnya. []M.A.Rahmani/BagiIndonesia