Berita

Bagi Makanan Siap Santap untuk Pendamping Pasien, di RS Sukabumi

BAGIINDONESIANews.SUKABUMI – Ratusan makanan siap santap, pada Jumat, (7/10) telah didistribusikan tim relawan Bagi Indonesia kepada sejumlah pendamping pasien di Rumah Sakit /RS Bakti Medicare, Kecamatan Cicurug – Kabupaten Sukabumi.

Banyaknya pendamping pasien yang kesulitan secara finansial dan ekonomi, menyebabkan para pendamping pasien kesulitan membeli makan, saat mendampingi pasien.

Menurut Siti Maryam (38), Tim Relawan Bagi Indonesia Sukabumi, operasional yang besar membuat para pendamping pasien terkadang hanya sekedar membeli makan siang saja  tidak cukup. Oleh karena itu Bagi Indonesia rutin menjalankan program ini di sejumlah rumah sakit, salah satunya di RS Bakti Medicare Sukabumi, dengan  menyiapkan makanan siap santap.

“Meskipun proses pendistribusian lumayan melelahkan, namun lelah kami seolah hilang begitu saja ketika kami melihat senyum sumringah penerima paket bantuan makanan siap santap ini,” tutur Siti Maryam, usai mendistribusikan paket makanan siap santap bersama Tim Relawan Bagi Indonesia Sukabumi lainnya.               

Dadang Sudrajat (42), selaku Koordinator Transportasi Ambulance RS Bakti Medicare Sukabumi tak menyangka para pendamping pasiennya bakal mendapatkan bantuan paket makanan siap santap. Ia pun sangat mengapresiasi apa yang dilakukan tim relawan Bagi Indonesia. Menurut Dadang program yang dijalankan Bagi Indonesia ini, sangat berdampak langsung kepada keluarga pasien yang mendampingi pasien.                

 “Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada temen-temen Bagi Indonesia, karena sudah memperhatikan para keluarga pasien di Rumah Sakit kami. Dengan memberikan makan siang untuk mereka. Semoga program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat kepada orang banyak, yang membutuhkan,” ujarnya penuh harap.  

Seperti biasanya penyediaan makanan siap santap tidak diproduksi atau dibikin sendiri oleh tim relawan Bagi Indonesia, melainkan membeli langsung dari pedagang makanan siap santap di sekitar wilayah implementasi.  

Menurut Siti Maryam hal tersebut sengaja dilakukan, untuk mengangkat ekonomi pedagang kecil di sekitarnya. Sehingga program ini tak hanya berdampak kepada para pendamping pasien saja.  

“Selain membantu keluarga pasien, kami juga ingin menghidupkan pedagang kecil, UMKM dan kaki lima di wilayah implementasi. Sehingga program ini mempunyai efek domino terhadap masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil,” ungkapnya. []M.A.Rahmani/BagiIndonesia