Berita

Belum Kaya Tidak Bisa Berwakaf, Masa Sih?

Edukasi masyarakat tentang wakaf uang belum terealisasi dengan maksimal, ditambah budaya baca yang minim, juga sangat mempengaruhi terhadap pemahaman umat Islam tentang wakaf uang. Terbukti persentasi tingkat literasi masyarakat muslim Indonesia yang teredukasi wakaf uang hanya 57,67% saja!

Kata “Wakaf” atau”Wact” berasal dari bahasa Arab “Waqafa”. Asal kata “Wakafa” berarti “menahan” atau “berhenti” atau “diam” di “tempat” atau tetap berdiri”. Kata “Wakafa-Yaqufu-Waqfan” sama artinya “Habas-Yahbisu-Tahbisan”. Kata al-Waqf dalam bahasa Arab mengandung beberapa pengertian. Artinya : Menahan, menahan harta untuk diwakafkan, tidak dipindahmilikkan.

Sedangkan menurut Istilah Ahli Fiqih, para ahli fiqih berbeda dalam mendefinisikan wakaf menurut istilah, sehingga mereka berbeda dalam memandang hakikat wakaf itu sendiri.

Wakaf sendiri merupakan pemberian, aset yaitu bisa berupa tanah, gedung, rumah, kendaraan, masjid, uang dan aset lainnya yang bersifat produktif. Aset tersebut nantinya akan dikelola oleh lembaga atau pengelola ZISWAF agar bisa dikelola dengan baik dan sesuai dengan syariat islam, maka aset yang telah diwakafkan tersebut akan memberikan manfaat kepada umat.

Keutamaan berwakaf sendiri merupakan salah satu amal jariyah bagi orang yang melakukan. Jika ia meninggal dunia, maka amal kebaikan akan terus mengalir kepadanya tanpa terputus. Sebagaimana Rasulullah telah bersabda dengan haditsnya berikut ini, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan, dan doa anak yang shalih.” (HR. Muslim).

Kemaslahatan dari wakaf adalah dalam kebermanfaatannya tanpa batas. Pahalanya mengalir bahkan melebihi umur manusia. Pahala abadi nan kekal manfaatnya terus dirasakan oleh orang banyak, bahkan lintas generasi, karena kepemilikan harta wakaf tidak bisa dipindahkan. Materi yang diambil dan dinikmati oleh penerima wakaf adalah manfaat dari harta wakaf saja, sementara harta yang diwakafkan tetap utuh dan langgeng.

Wakaf terus mengalami perkembangan di Indonesia, hal ini terlihat dari banyak muncul berbagai jenis wakaf produktif seperti wakaf uang, yang  semakin memudahkan masyarakat untuk bisa menjadi wakif (orang yang berwakaf) kapan saja.

Berdasar Survei Badan Wakaf Indonesia/BWI tahun 2020 potensi wakaf uang Indonesia sangat besar dan menjanjikan, yaitu senilai 180 Triliun. Sedangkan realisasi Wakaf Uang di Indonesia baru senilai Rp 255 Milyar atau baru 0,0014 % nya saja. Umat Islam Indonesia yang pernah berwakaf baru 20 %, sebagian besar 80 % Umat Islam lainnya belum pernah berwakaf uang.

Fenomena itu terjadi, karena edukasi masyarakat tentang wakaf uang belum terealisasi dengan maksimal, ditambah budaya baca yang minim, juga sangat mempengaruhi terhadap pemahaman umat Islam tentang wakaf uang. Terbukti persentasi tingkat literasi masyarakat muslim Indonesia yang teredukasi wakaf uang hanya 57,67% saja!

Oleh karena itu sangat perlu seluruh Stakeholder, tidak hanya ulama dan akademis saja tapi seluruh elemen masyarakat untuk terus gencar mengedukasi tentang Wakaf ini. Insya Allah kalau seluruh stakeholder terlibat dalam sosialisasi edukasi wakaf, diharapkan mampu mengubah mindset (pola pikir) masyarakat luas tentang wakaf itu sendiri.

Mindset mayoritas masyarakat Indonesia tentang pemahaman wakaf yang hanya berkutat masjid, mushola dan kuburan, serta berwakaf hanya dilakukan orang kaya saja, serta  sudah zakat/sedekah tidak perlu wakaf, nantinya bisa terkikis hilang dengan sendirinya. Dan Insya Allah bisa berubah menjadi masyarakat gemar berwakaf, aamiin! []M.A.Rahmani/Bagi Indonesia