Berita

Fakta Mengejutkan, Ancaman Orang Asing Terhadap Anak Masih Sangat Tinggi!

“Saya pernah dikejar-kejar mau dibawa kabur sama orang yang megang celurit. Saya diancam. Saya lari saja langsung, ngumpet. Alhamdulillah bisa pulang ke rumah lagi,” kata Dimas murid kelas 4 SDN Pela Mampang 08.

Bagiindonesia.org, Jakarta – Pagi baru saja menyambut, hari sekolah kembali dimulai. Jalan berliku bak labirin di tengah pemukiman padat Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan salah satunya berujung pada gerbang sekolah SDN Pela Mampang 08 & 09.

Hari itu, Rabu (22/6) ada agenda spesial di sekolah ini. Kami, relawan Bagi Indonesia juga kawan-kawan dari Kampung Dongeng DKI Jakarta, menyempatkan untuk bersilaturahmi ke sekolah ini. Kami ingin berbagi cerita, berdongeng, dan belajar bersama anak-anak SDN Pela Mampang 08 & 09.

Bersamaan, agenda serupa juga dijalankan serentak di  SDN 03 Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Sudah dua tahun sejak pandemi Covid-19, anak-anak jarang terlihat tertawa lepas seperti pagi ini. Mereka sekolah dari rumah. Nggak pernah dengar cerita yang bikin mereka bahagia,” ujar Ibu Imroh Wali Kelas Empat, SDN Pela Mampang 09.

Bersama Kampung Dongeng, relawan Bagi Indonesia menyiapkan satu set cerita berjudul “Aku Mandiri, Aku Mampu Menjaga Diri.”

Dongeng ini bercerita tentang seorang anak yang mampu mandiri dalam berbagai hal. Mampu menjaga dirinya, berkata tidak jika ada orang asing yang mengajak pergi di luar lingkungan rumah dan sekolah.

Kak Eman, pendongeng dari Kampung Dongeng berkata, kasus kejahatan pada anak angkanya masih besar di kota-kota besar. “Kami berfokus pada tujuan agar anak-anak mampu mandiri dan menjaga diri,” kata Eman.

Ibu Widya selaku Wakil Kepala Sekolah SDN 03 Serdang menyampaikan, kegiatan ini sangat bermanfaat. “Semoga terus dilakukan ke sekolah lainnya. Terima kasih sekolah kami telah dikunjungi sehingga anak-anak mendapatkan kebahagiaan dan edukasi yang bermanfaat,” ujarnya.

Tak berhenti di sini, upaya edukasi melalui dongeng lainnya, masih akan terus dilanjutkan Tim Bagi Indonesia juga Kampung Dongeng. Kak Eman mengatakan, masih banyak tantangan juga problem yang harus dihadapi anak-anak usia sekolah, terutama anak yang bersekolah di kota sebesar Jakarta.

“Kami punya harapan, bisa membagikan cerita dongeng ke sebanyak-banyaknya sekolah, sebagai bekal anak-anak untuk menjaga dirinya, menjaga tubuhnya, melindungi area vitalnya, mencegah sentuhan-sentuhan dari orang asing,” ujar Kak Eman.

Tim Bagi Indonesia mencoba bertanya kepada anak-anak SDN Pela Mampang 09. Apakah benar, mereka pernah mengalami sendiri kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh orang asing. Jawabannya ternyata benar-benar mengejutkan.

“Saya pernah dikejar-kejar mau dibawa kabur sama orang yang megang celurit. Saya diancam. Saya lari saja langsung, ngumpet. Alhamdulillah bisa pulang ke rumah lagi,” kata Dimas murid kelas 4 SDN Pela Mampang 08.

Ada lagi cerita dari Bilang, murid kelas 4 SDN Pela Mampang 08. “Aku waktu itu lagi main bola. Ada orang yang aku nggak kenal datang pakai mobil. Aku diajakin naik mobil mau dibawa pergi. Aku langsung lari ajak sambil teriak nggak mau,” ceritanya.

Kawan, menjaga anak-anak di sekitar kita dari kejahatan adalah hal mutlak yang harus selalu dipastikan. Sementara itu, mengajarkan anak tentang kemandirian dan penjagaan diri juga harus selalu disebarluaskan.

Ayo terus perbanyak agenda edukasi serupa, menjaga anak-anak dari kekerasan, mengembalikan tawa dan bahagia anak-anak sekolah pasca pandemi.

Donasi program “Edukasi Anti Kekerasan Pada Anak” melalui rekening BSI an Bergerak Bagi Indonesia 846.186.4173. Konfirmasi melalui nomor 0822-1402-1981