Berita

Miris, Ibu Muda Ini Tak Mampu Biayai Penyembuhan Kelainan Anak Tercintanya!!

Suatu harapan besar apabila istri yang sedang hamil beserta suaminya menginginkan anak yang di kandungnya lahir dengan selamat dalam keadaan sempurna, tak mengalami cacat/kekurangan apapun. Hal yang sama juga diinginkan Winda dan suaminya, pasangan muda ini pastinya sangat menginginkan buah hatinya lahir selamat dan sempurna.

Namun, ternyata Allah memberikan ujian dengan takdir yang berbeda kepada kedua pasangan mudah ini, pasalnya anak  yang dikandungnya harus lahir dengan mengalami kelainan. 10 Juli 2022 kemarin, bayi mungil nan lucu yang diberi nama Rayanza ini lahir dengan selamat, namun ada kelainan pada alat vitalnya yang belum sempurna.

Saat usianya 2 minggu adik Rayanza disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Kota Bogor. Karena sakit (kelainan) yang dialaminya, Adik Rayanza harus menjalankan pengobatan khusus di sana. Alhamdulillah adik Rayanza langsung dibawa ke RS Kota Bogor dengan tak mengalami hambatan berarti. Karena keluarganya sudah memiliki BPJS, jadi selama pengobatan sudah dicover (ditanggung) BPJS. Meskipun sudah ditanggung BPJS, namun ada biaya yang memang harus dibayarkan pribadi, seperti obat-obatan dan susu khusus untuk adik Rayanza.

Setelah beberapa hari dirawat di RS Kota Bogor Rayanza, ternyata harus dirujuk kembali, kali ini Rayanza harus dirujuk ke RS Fatmawati dan diminta langsung untuk rawat inap disana, karena adik Rayanza harus menjalankan proses operasi pada kelainan alat vital nya atau istilah medisnya disebut extrophy of urinary bladder.  

Saat di usia 1 bulan, adik Rayanza menjalani operasi pertama. Rencanannya Adik Rayanza harus melakukan 3 kali operasi, untuk menyembuhkan kelainannya itu. Pada tahap operasi pertama adik Rayanza harus dirawat jalan 3 kali sehari,  sambil melihat perkembangannya. Saat ini adik Rayanza untuk sementara membuang air kecilnya masih menggunakan selang, yang dipasang pihak RS Fatmawati.   

Tahap selanjutnya, karena adik Rayanza ada lubang filusta, jadi Ia harus menjalani pengobatan dari dokter.

Saat ini Bu Winda kebingungan untuk membayar biaya pengobatan selanjutnya, dari mulai kebutuhan operasional sehari-hari sampai obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Karena memang ada beberapa obat yang harus dibeli sendiri tak ditanggung BPJS. Salah satu yang tidak ditanggung BPJS adalah susu, dimana susu yang disarankan dokter ini harus susu khusus dengan harga yang sangat mahal, yaitu Rp 600.000 dan itu hanya bisa dikonsumsi adik Rayanza dalam 5 hari! Karena menurut dokter adik Rayanza butuh asupan gizi yang cukup, untuk bisa meneruskan tahapan pengobatan.

Sedangkan Ayah dari adik Rayanza ini hanya bekerja sebagai buruh perbaikan kapal saja, dimana kerjanya hanya bersifat freelance, jadi kadang kalau ada kerjaan ada penghasilan, kalau lagi kosong yang tak ada penghasilan.

Hal itu dikeluhkan Bu Winda, Ia bingung saat ini bagaimana caranya mengusahakan untuk membiayai pengobatan anak tercintanya.   

“Saya bingung mas, saat ini saya sudah tidak punya biaya lagi untuk berobat. Bahkan susu yang harusnya direkomendasikan oleh dokter, saya stop dulu, karena saya sudah tidak sanggup beli susunya lagi. Untuk kebutuhan ke Rumah Sakit saja sangat kurang, suami saya hanya bekerja sebagai buruh perbaikan kapal dan itu juga kerjanya tidak setiap saat,” keluhnya dengan raut muka penuh rasa sedih.  

Ia Berharap anak tercintanya bisa sembuh dan hidup normal seperti anak lainnya. Dan berharap ada orang yang baik hati bantu pengobatan anak tercintanya.

Yuk, Bantu penyembuhan adik Rayanza bersama Bagi Indonesia. Melalui donasi terbaiknya, ke no.rekening: 846 168 4173, atas nama Yayasan Bergerak Bagi Indonesia.[]M.A.Rahmani/BagiIndonesia