Berita

Prihatin, Gubuk Reyot Beralaskan Tanah  Ini Dihuni Kakek Tua Renta!

Di tengah pemukiman perkampungan itu terlihat lahan  berumput dan sampah plastik berserakan dimana-mana. Disekitar lahan berserakan tersebut, tampak sebuah gubuk kecil berdinding dan beratap bambu plus spanduk bekas serta beralas tanah, yang nyaris roboh! Bangunan itu tak begitu besar, hanya berukuran 2×2 meter saja, yang kalau dilihat sekilas atau secara kasat mata,  gubuk itu terlihat seperti kendang kambing!   

Ya, orang akan mengira gubuk itu adalah kendang ternak. Dan mungkin orang tak akan menyangka bahwa gubuk berukuran mini itu dihuni manusia, karena memang tak layak dihuni manusia! Namun ternyata perkiraan kita keliru. Gubuk itu faktanya tempat tinggal seorang kakek tua renta yang hidup sendiri di sana. Kakek Samin berumur 61 tahun ini sudah 3 tahun lamanya hidup sendiri sebatang kara, di gubuk reyot tersebut!

Meskipun sudah tua renta kesehariaannya Kakek Samin tetap mencari nafkah dengan mengumpulkan botol bekas, kardus bekas dan barang rongsokan lainnya. Dalam 2 minggu Kakek Samin mampu mengumpulkan botol bekas sekitar 4 karung, yang kemudian Ia jual ke pengepul dan dihargainya cuma RP.10.000 saja. Coba bayangkan hanya RP.10.000 dalam 2 minggu! Bagaimana cukup untuk kebutuhan paling pokok manusia, yaitu makan.     

Karena penghasilan Kakek Samin tidak cukup untuk kebutuhan makan sehari harinya, untuk memenuhi kebutuhan tersebut  Kakek Samin dibantu oleh adiknya dan tetangga di sekitarnya. Ya, itupun hanya untuk sekedar kebutuhan makan saja, sementara untuk kebutuhan lainnya tidak ada yang membantu.  

Hal itulah yang membuat prihatin, karena saat sudah menginjak usia manula saat ini, Kakek Samin sudah tidak mampu bekerja seperti dulu lagi. Praktis hanya mengandalkan memulung barang bekas saja, tidak ada lagi yang Ia bisa perbuat selain itu. Sementara hasil dari memulung barang bekas itu, tidak mampu memenuhi kebutuhan makan setiap harinya.

Dulu nya Kakek Samin pernah bekerja sebagai kendek bangunan (kuli bangunan), disaat tenaga dan pengelihatannya masih normal. Namun dengan bertambahnya umur yang semakin tua, Aktivitas pekerjaannya tidak bisa lagi Ia lakukan, karena tenaganya yang sudah tidak memungkinkan lagi (tidak kuat), ditambah penglihatan matanya pun sudah tidak bisa melihat normal seperti dulu lagi. Kini penglihatannya buram.

Di saat musim hujan seperti saat ini seringkali Kakek Samin menderita, karena gubuk yang ditinggalinya mengalami bocor dan lantai/alasnya becek, karena memang lantai rumahnya beralaskaan tanah saja tak bertembok apalagi berubin.         

 “Ya mau gimana lagi dek, dengan kondisi saat ini saya cuma bisa bersyukur, yang penting tidur nggak kehujanan. Kerja juga udah ga bisa , mata tuh kalo ngeliat udah buram, kaya saya ngelihat adek ini, udah nggak jelas, hanya kelihatan kaya gambar aja gitu,” keluh Kakek Samin, saat dikunjungi Tim Relawan Bagi Indonesia.

“Harapan saya mah Dek, yang penting tidur nyaman aja udh cukup! Ini kadang kalau hujan dibawahnya becek dan bocor juga, jadi ya nggak bisa tidur kalau hujan datang,” pungkasnya.

Yuk, Bantu Kakek Samin bangun kembali rumahnya agar lebih layak dihuni, bersama Bagi Indonesia. Melalui donasi terbaiknya, ke no.rekening: 846 168 4173, atas nama: Yayasan Bergerak Bagi Indonesia.[]M.A.Rahmani/BagiIndonesia