Berita

Program Pangan untuk Lansia, Ikhtiar Bagi Indonesia Kikis Kemiskinan

BAGIINDONESIANews. JAKARTA – Bagi Indonesia terus menggenjot sejumlah Program kemanusiaannya, salah satunya Program Pangan untuk Para Lanjut Usia (Lansia). Program ini menyasar penduduk lansia prasejahtera atau lansia tidak potensial, yang tidak mampu bekerja atau menghasilkan barang atau jasa, sehingga menjadi tanggungan orang lain. Program ini menjadi program reguler yang diimplementasi Bagi Indonesia, setiap hari Jumat. Hal tersebut diutarakan Muhammad Albar, selaku Direktur Program Bagi Indonesia.  

“Program Pangan untuk penduduk Lansia ini berupa distribusi paket pangan yang berisi bahan pokok berupa beras, minyak goreng, susu, teh, dan kebutuhan lainnya. Kami menyasar masyarakat lansia yang tak produktif di 5 wilayah, yaitu di: DKI Jakarta, Banten, Lampung, Maluku dan Jawa Barat. Insya Allah akan kami luaskan sebarannya ke wilayah lainnya di Nusantara,” ungkapnya.    

Dengan Program ini, Albar bertekad mengikis kemiskinan hidup penduduk lansia agar hidupnya lebih sejahtera lagi dan tak bergantung kepada orang lain.

Menurut Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), ada 30,16 juta jiwa penduduk lansia di Indonesia pada 2021. Penduduk lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Kelompok ini porsinya mencapai 11,01% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 273,88 juta jiwa.

Sementara itu, salah satu penerima manfaat dari Program Pangan untuk Lansia Ibu Siti Aisyah (64), Ia sudah 9 tahun mengalami sakit sturk, karena terjatuh dari kereta api, sangat merasakan manfaat dari program ini.   

“Saya waktu itu jualan de, lagi di kereta jatuh, ga sadarkan diri, pas bangun badan udah ga bisa bergerak lagi. Setelah itu selama 1 bulan saya tidak bisa bangun hanya bisa istirahat di tempat tidur,” keluhnya. 

Alhamdulillah kesehatan Bu Siti kini sudah ada progress menjadi lebih baik, kini Ia bisa kembali duduk. Bu Siti merupakan Kepala Rumah Tangga dan menjadi tulang punggung keluarga setelah 2 tahun lalu ditinggal wafat suaminya karena sakit. Kini Ia tinggal bersama anaknya di rumah berukuran 3×6 meter.

Dengan adanya Program ini Ia sangat bersyukur, karena sangat membantu kehidupan keluarganya akibat musibah kecelakaan itu. 

“Saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini, terus terang bantuan ini sangat membantu saya dan keluarga yang saat ini sedang mengalami kesulitan ekonomi,” tuturnya penuh haru, sambil menyekat air mata, yang jatuh di pipinya.

Ia berharap, Bagi Indonesia terus peduli terhadap masyarakat yang tengah mengalami kesulitan ekonomi seperti dirinya, dan berharap program untuk lansia ini terus berjalan. Semoga! [] M.A.Rahmani/BagiIndonesia