Berita

Qurban Hingga Desa Pedalaman

Tidak asing dengan sebuah wilayah bernama Muara Gembong?

Kampung Nelayan ini berbatasan langsung dengan pesisir Pantai Utara Jawa. Masuk dalam wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, di atas peta jaraknya memang terlihat tak begitu jauh. Namun, setidaknya perlu 3,5 jam perjalanan dari Jakarta. Menembus jalan Pantura, berbelok ke utara lalu melewati jalan rusak dan bebatuan.

Perjalanan inilah yang dilalui oleh relawan dari Bagi Indonesia, berkolaborasi dengan Ensany Humanitarian Indonesia dan Indonesia Hijau. Kami, bergerak dari Ibukota Jakarta menuju Muara Gembong.

Hari Tasyrik kedua, Selasa (12/7) perjalanan dimulai. Relawan Bagi Indonesia membawa amanah daging kurban untuk diantarkan ke Muara Gembong. Di lokasi ini, daging kurban didistribusikan untuk sedikitnya 200 jiwa warga.

Angga Saputra, penanggungjawab program kurban Bagi Indonesia mengatakan, mayoritas mata pencaharian warga di sini hanya bertani, dengan rata-rata penghasilan kurang dari satu juta rupiah per bulan.

“Alhamdulillah ketika kami tiba, warga langsung menawarkan perahunya untuk dipakai oleh relawan Bagi Indonesia. Di atas perahu sudah dimuat daging kurban yang siap didistribusikan. Para pemuda di kampung nelayan ini pun terlibat aktif untuk bantu prosesnya,” cerita Angga.

Doa dan harapan datang dari warga Pesisir Pantai Bahagia, Muara Gembong. Salah satunya adalah Atun. Kepada Relawan Bagi Indonesia, ia mengucap syukurnya.

“Pak kami harap, bapak sekalian jangan kapok ke sini karena jauh dari Jakarta. Kami butuh bantuannya. Alhamdulillah kurban tahun ini lebih kita rasakan sampai anak yatim semua dapat,” kata Atun.

Atun juga bercerita, kondisi perkampungan nelayan di Pantai Bahagia, Muara Gembong juga semakin mengkhawatirkan.

“Banyak anak pergi sekolah nggak punya sepatu juga alat tulis. Masjid kita satu-satunya di sini juga belum selesai dibangun. Bapak bisa lihat sendiri, keadaan rumah di sekitar juga rusak,” tutur Atun.